December 18, 2021 By 2012skylantern.com 0

Aqiqah

Keterangan

Menurut hadits dan mayoritas ulama Islam, dikorbankan dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.

Jika seseorang tidak dapat menyembelih pada hari ketujuh, seseorang dapat menyembelih pada hari keempat belas atau pada hari kedua puluh satu. Jika seseorang tidak mampu melakukannya, maka seseorang dapat menyembelih setiap saat sebelum pubertas anak. Aqiqah (Haqiqa, Aqiqah) adalah sunnah dan mustahabb, itu tidak wajib sama sekali, jadi tidak ada dosa bagi orang yang tidak melakukannya.

Menurut sebuah hadits di Muwatta Imam Malik, Fatima menyumbangkan, dalam bentuk perak, seberat rambut anak-anaknya yang dicukur Hasan, Husain, Umm Kulthum dan Zainab.

Tata Cara Aqiqah dan Waktu Pelaksanaan

Waktu yang Dianjurkan: Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, Nabi Muhammad SAW bersabda, Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya. Berdasarkan sabda Rasulullah tersebut, maka waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh dari bayi dilahirkan.

Apabila tidak sanggup atau berhalangan di hari ketujuh, maka bisa dilakukan pada hari keempat belas atau kedua puluh satu. Namun seperti telah dijelaskan di atas, apabila seorang muslim tidak mampu melaksanakan aqiqah, maka kewajiban tersebut gugur.

Syarat Memilih Hewan Aqiqah: Dalam memilih sembelihan untuk aqiqah, haruslah hewan kurban seperti kambing atau domba yang sehat. Hewan kurban pun tidak boleh memiliki cacat serta tidak berusia kurang dari dua tahun.

Jumlah hewan ternak berbeda untuk bayi laki-laki dan bayi perempuan. Dari Aisyah r.a., Rasulullah SAW bersabda, Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.

Sedekah Dengan Hewan Hasil Aqiqah: Daging sembelihan aqiqah harus dibagikan kepada saudara, kerabat, dan tetangga. Berbeda dengan pembagian daging pada saat Idul Adha, daging aqiqah yang akan disedekahkan harus dalam kondisi sudah matang dan tidak boleh masih mentah.

Hadits Aisyah r.a, Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh. (HR al-Bayhaqi)

Keluarga yang memiliki hajat pun disunahkan untuk mengomsumsi daging hasil aqiqah. Daging yang hendak diberikan kepada tetangga dan fakir miskin adalah sepertiga dari hasil sembelihan.

Memberi Nama dan Mencukur Rambut: Prosesi memberi nama dan memotong rambut si bayi juga dianjurkan seperti hadist Abu Dawud dan Tirmidzi di atas. Pemberian nama tentu saja haruslah yang baik karena di dalam nama anak, terdapat doa orang tua.

Untuk memotong rambut pun sangatlah dianjurkan. Walaupun tidak dijelaskan bagaimana seharusnya mencukur rambut dalam hukum aqiqah, namun sebaiknya dilakukan secara merata atau menyeluruh.

Doa Pada Saat Aqiqah: Ada doa-doa yang bisa dipanjatkan saat prosesi aqiqah. Mulai dari doa saat menyembelih hewan kurban, doa perlindungan untuk bayi, dan doa memohon anak yang sholeh atau sholehah. Salah satu doa yang bisa kita panjatkan adalah doa Nabi Ibrahim a.s yang terdapat pada QS. Ass-Shaffat ayat 100 yang berbunyi, Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih.

Jika Anda ingin mengadakan aqiqah sebaiknya Anda menghubungi layanan aqiqah jakarta yang berpengalaman dan melayani aqiqah sesuai syariat islam.